Info Selamat datang di website SMP Negeri 1 Banjar - Kota Banjar - Jawa Barat. Silahkan bergabung menjadi member komunitas sekolah klik di sini.
Banner
Portal Guru PembelajarElearning Guru Pembelajar
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 477055
Pengunjung : 63406
Hari ini : 42
Hits hari ini : 106
Member Online : 74
IP : 54.226.34.209
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

niwa74    
Agenda
16 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Jam

Wacana UNBK Tahun 2017

Tanggal : 10-05-2016 13:55, dibaca 423 kali.

Pernyataan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan yang menargetkan seluruh SMP atau minimal 150 SMP di Jawa Barat tahun depan dapat melaksanakan UNBK yang dilansir di media Republika.co.id, Bandung dan Metrotvnews.com, Bandung merupakan langkah maju agar pelaksanaan Ujian Nasional berjalan lebih baik lagi. Namun demikian haruslah dipersiapkan pola dan system yang matang sebelum kebijakan tersebut direaliasikan.

Karena selain kekhawatiran beliau akan gugupnya siswa dalam melaksanakan UNBK SMP bagi yang tidak terbiasa menggunakan komputer, menurut penulis ada hal paling urgen yang harus menjadi faktor pertimbangan diantaranya kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Apalagi wacana penganggaran akan ditekankan pada Anggaran Daerah.

Bagi daerah yang memiliki jumlah sekolah sedikit mungkin tidak terlalu berpengaruh terhadap APBD-nya, tetapi bagi daerah yang memiliki banyak sekolah hal tersebut tentunya akan menjadi tantangan tersendiri, karena jumlah anggaran yang harus di alokasikan cukup besar. Begitu pula bagi sekolah yang memiliki jumlah siswa/rombel cukup banyak, secara otomatis rasio pengadaan komputernya pun harus menyesuaikan.

Selain jumlah sekolah, hal yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah daya listrik yang tersedia pada sekolah tersebut. Dengan jumlah komputer yang lumayan banyak tentunya harus menjadi pertimbangan, belum lagi beban biaya daya listrik selanjutnya setelah UNBK selesai yang akan selalu menjadi beban rutin bagi sekolah. Artinya daya listrik yang diperlukan pada saat akan UNBK dan beban daya listrik setelah pelaksaaan UNBK perlu mendapat kajian yang mendalam.

Menurut hemat penulis, salah satu alternatif dari masalah daya listrik, diantaranya adalah komputer yang disediakan harus komputer yang benar-benar hemat listrik, artinya bagi sekolah yang memiliki daya listrik terbataspun dapat menggunakan komputer tersebut.

Hal lainnya adalah tersedianya akses jaringan internet (bandwith) yang memadai, hal ini menjadi salah satu faktor lain yang penting agar pelaksanaan UNBK tidak mengalami gangguan pada saat akses.

Kesimpulannya ada 4 aspek yang harus menjadi bahan kajian bersama untuk wacana tersebut :

1. Sumber dana yang tepat (APBN/APBD/Sharing, dll)
2. Jumlah sekolah/rombel di masing-masing kabupaten/kota
3. Daya Listrik yang tersedia/diperlukan
4. Kapasitas Jaringan Internet yang tersedia

 

Sumber : editorial admin



Pengirim : admin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas